Sabtu, 25 Februari 2012

Lirik lagu To time to say good bye - Andrea Bocelli feat Sarah

Sarah:

Quando sono sola

sogno all'orizzonte

e mancan le parole,

si lo so che non c'è luce

in una stanza quando manca il sole,

se non ci sei tu con me, con me.

Su le finestre

mostra a tutti il mio cuore

che hai accesso,

chiudi dentro me

la luce che

hai incontrato per strada.



Time to say goodbye. -- Con te partirò.

Paesi che non ho mai

veduto e vissuto con te,

adesso sì li vivrò.

Con te partirò

su navi per mari

che, io lo so,

no, no, non esistono più,

it's time to say goodbye. -- con te io li vivrò.



Andrea:

Quando sei lontana

sogno all'orizzonte

e mancan le parole,

e io si lo so

che sei con me, con me,

tu mia luna tu sei qui con me,

mio sole tu sei qui con me,

con me, con me, con me.



Time to say goodbye. -- Con te partirò.

Paesi che non ho mai

veduto e vissuto con te,

adesso sì li vivrò.

Con te partirò

su navi per mari

che, io lo so,

no, no, non esistono più,



Both:

con te io li rivivrò.

Con te partirò

su navi per mari

che, io lo so,

no, no, non esistono più,

con te io li rivivrò.

Con te partirò



Io con te.

Senin, 20 Februari 2012

“Malaikat Tanpa Sayap”

Film Indonesia bergenre drama keluarga kembali menghiasi layar lebar tanah air. Film “Malaikat Tanpa Sayap” sangat pas ditonton oleh para remaja dan orangtua yang tengah galau. Skenario film ini ditulis oleh Anggoro Saronto dan disutradarai oleh Rako Prijanto. Yang menarik dari film ini adalah banyak menampilkan dialog puitis.
Film ini mengisahkan betapa berartinya sebuah keluarga. Makna terdalam dari cerita film ini mengajarkan kita akan arti pengorbanan dan perjuangan seorang remaja untuk keluarga dan orang yang dicintainya.
Kisah dalam film ini bermula dari kehidupan Vino (yang diperankan Adipati Dolken), seorang remaja tanggung yang berasal dari keluarga kaya. Vino remaja galau yang tak pernah peduli dengan permasalahan orangtuanya.
Suatu ketika Ayah Vino, Amir (diperankan Surya Saputra) usahanya bangkrut karena ditipu oleh rekan bisnisnya. Rumah Vino disita Bank demi menutupi hutang ayahnya. Ibu Vino, Mirna (diperankan Kinaryosih) yang terbiasa hidup berkecukupan, tidak dapat menerima kenyataan itu. Mirna memilih meninggalkan keluarganya padahal ia memiliki putri kecil yang masih berusia 5 tahun, Wina (diperankan Geccha Qheagaveta).
Keluarga Vino harus menanggung semua akibat dari keterpurukan usaha Amir. Mereka terpaksa tinggal di sebuah kontrakan di lingkungan kumuh. Belum lagi ketika ayah Vino tak mampu membayar uang SPP Vino. Akibatnya Vino harus dikeluarkan dari sekolah. Di tengah situasi yang kacau itu, ternyata Wina mengalami kecelakaan. Wina terjatuh di kamar mandi. Akibatnya jika Wina tidak segera dioperasi, kakinya terancam diamputasi.
Pikiran Vino semakin kacau dan galau. Ia sangat menyesalkan mengapa ayahnya membuat kehidupan mereka porak poranda. Di tengah kegalauan hatinya, Vino bertemu dengan Calo (diperankan Agus Kuncoro). Calo menawarkan Vino agar ia mau menjual organ tubuhnya (jantung) untuk didonorkan kepada seseorang.
Tawaran Calo tersebut tak langsung diterima Vino. Vino dan Amir masih berupaya dengan berbagai cara untuk mendapatkan uang demi mengoperasi kaki Wina. Namun usaha mereka selalu gagal.
Pikiran Vino kalut. Dengan sangat terpaksa, akhirnya ia menerima tawaran Calo tersebut untuk mendonorkan jantungnya demi mendapatkan uang. Calo memberikan uang muka kepada Vino atas persetujuannya menjual jantungnya. Dengan uang itu Vino bisa membiayai operasi Wina. Vino juga bisa menebus kembali rumah lamanya yang telah disita bank.
Saat Vino berada di rumah sakit untuk mengurus keperluan operasi Wina, secara tak sengaja Vino bertemu dengan seorang gadis manis, Mura (diperankan Maudy Ayunda) .
Mura, gadis yang sebaya dengan Vino memiliki kehidupan keluarga yang hangat. Hubungan Mura dan ayahnya (diperankan Ikang Fawzie) begitu berbanding terbalik dengan kehidupan Vino yang selalu berselisih paham dengan Amir.
Perbedaan Vino dan Mura justru menjadi pelengkap bagi keduanya. Mura yang kesehariannya hanya memiliki teman di dunia maya dan mengikuti homeschooling itu merasa nyaman berteman dengan Vino yang memiliki banyak teman meskipun telah putus sekolah.
Hubungan Mura dan Vino semakin dekat dan akrab. Sejak mengenal Vino, Mura menjadi gadis yang penuh semangat dibanding sebelumnya. Ia nampak lebih ceria menjalani hari-harinya. Demikian pula halnya dengan Vino. Ia mulai peduli dengan ayah dan adiknya.
Kegalauan hati Vino mendadak muncul saat calo menagih janji Vino untuk mendonorkan jantungnya. Sejujurnya Vino belum siap memberikan jantungnya dan berniat mundur. Tapi bagaimana mungkin Vino bisa mengganti uang yang telah diterimanya dari Calo.
Masalah semakin pelik di tengah kegamangan hati Vino. Betapa ia ingin melanjutkan masa depannya dengan organ tubuh yang lengkap. Namun di lain sisi, Vino harus menerima kenyataan bahwa orang yang akan menerima donor jantungnya adalah Mura, gadis yang sangat dicintainya.
Untuk mengetahui kisah selanjutnya, silakan tonton film ini. Begitu banyak kisah mengharukan yang ditampilkan dalam film drama keluarga ini. Yang patut diacungi jempol adalah film ini tidak mengumbar adegan-adegan ciuman layaknya film remaja pada umumnya.
Film ini juga diiringi alunan lembut “Malaikat Juga Tahu” Dewi Lestari. Film ini serentak ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia hari ini.

Film BILA

Tidak ada yang lebih indah daripada cinta pertama. Sejak masa sekolah, Bila (Shalvynne) sudah jatuh cinta dengan Dani (Stefan William), cowok karismatik yang menjadi idola di sekolahnya. Namun Bila yang masih polos ini selalu merasa tidak mungkin mendapat kesempatan untuk mendapatkan Dani, apalagi sahabat Bila, Shosana (Karina Meita Permatasari), cewek yang poopuler dan cantik juga jatuh cinta dengan Dani.
Ternyata tanpa disangka-sangka, saat mengantar Shoshana yang sakit, Dani justru mengajak Bila untuk pergi berdua, dan akhirnya semuanya pun terbuka, bahwa walaupun kelakuan Bila yang naif dan polos, ternyata semua hal itu malah membuat Dani jatuh cinta.
Hubungan mereka semakin erat membuat Shoshana merasa sangat cemburu. Sementara itu, Ibu Bila merasa khawatir dengan putri satu-satunya ini, apalagi Bila dan Dani kepergok menginap di sebuah hotel. Akhirnya demi menghormati permintaan Ibu Bila, dan tanpa sepengetahuan Bila, Dani membuat perjanjian akan meninggalkan Bila. Dani bahkan rela pindah sekolah ke Australia, dan membuat Bila patah hati.
Namun nasib sepertinya memihak kepada kekuatan cinta. Beberapa tahun berlalu, Bila tidak sengaja bertemu dengan Shoshana yang mengundang Bila untuk datang ke pestanya. Di sana tidak disangka-sangka Bila kembali bertemu kembali dengan Dani yang sudah pulang ke Indonesia. Perasaan cinta di hati Bila ternyata tidak hilang oleh waktu. Namun ia juga mendapat kenyataan bahwa pesta itu adalah pesta pertunangan Shoshana dengan Dani.